Selasa, 25 Desember 2012

OPINIKU TENTANG SELF PUBLISHING


PARTNER DALAM SELF PUBLISHING ITU PENTING

Posted: 30-11-2012 08:08

Sender: 
 
           November 2010, adalah awal saya mengenal penerbitan indie/self publishing. Saat itu kebetulan 1 tulisan saya masuk dalam buku Charity for Indonesia. Sebuah proyek yang sangat mengesankan, karena selain seluruh hasil penjualan bukunya disumbangkan untuk kemanusiaan, mata saya juga menjadi lebih terbuka. Ternyata dengan niat, semangat berbagi, buku yang didanai terbitnya oleh donatur dan para penulis yang tergabung di proyek ini bisa menghasilkan nominal lebih banyak untuk disumbangkan. Ya, 300 buku habis terjual dalam waktu sebulan sejak terbit, dan Alhamdulillah Januari 2011 itu Charity for Indonesia bisa menyalurkan bantuan sekitar 18 jutaan (kalau saya tidak salah ingat) dari hasil penjualan buku tersebut (mungkin sekitar 3 kali lipat dari modal awal)
           Proses terbitnya juga cepat karena tim ini dikomandoi oleh kolaborasi penulis yang punya kemampuan mengedit, melayout, dan desain kover, bahkan buku ini tampil keren lengkap dengan ISBN, tak kalah dengan terbitan penerbit besar. Tidak hanya fisik tapi juga isinya sangat menginspirasi dengan banyak endorsement antara lain dari Taufik Ismail & Kang Abik di cover depan.
           Pengalaman kedua, kebetulan awal tahun 2011 itu, saya mendapat hadiah menerbitkan buku dari Leutikaprio, lini baru self publishing yang juga lahir di bulan November 2010. Saya tinggal menyerahkan naskah, mengomentari konsep cover kemudian approve dan terbitlah buku cantik saya Mom Wow di awal bulan Maret 2011.
           Berkaca dari dua pengalaman tersebut, saya jadi tahu bahwa menerbitkan buku itu tak harus antri, menunggu lama, dan bisa dikerjakan, diterbitkan sendiri secara self publishing. Sungguh saya beruntung, di awal menerbitkan karya, kebetulan saya dapat pengalaman mengesankan dengan self publishing 2 kali berturut-turut. Ya, saya patut bersyukur, mulai menekuni menulis di era dengan banyak pilihan yang memudahkan kita menerbitkan karya.
           Kali ini, saya tak akan membahas tentang plus minus cara menerbitkan buku dengan cara self publishing atau membandingkan dengan cara penerbitan konvensional. Saat kita telah memantapkan hati, menjatuhkan pilihan untuk menerbitkan buku secara self publishing tentu kita sudah tahu peluang dan tantangan yang menghadang. Kita sudah punya strategi, dan berani menanggung semua konsekuensi pilihan kita.
           Saya melihat dari pengalaman pertama saya tadi bahwa bila dilakukan dengan niat, sungguh-sungguh, serius, dan profesional maka banyak nilai plus yang kita dapatkan dari self publishing ini. Bila saat ini kita belum mumpuni untuk menangai segala hal tentang penerbitan yang menurut saya 'njlimet' ini, tentu bisa berkolaborasi dengan teman. Minta tolong desain, layout dan lain-lain, atau kalau nggak enak hati merepoti teman, toh saat ini banyak jasa yang bisa menjadi partner dalam self publishing, seperti Leutikaprio ini.
           Nah, pemilihan partner dalam ber'self publishing' ini adalah point yang sangat penting. Kenali dulu company profilenya, tengok website, lihat katalog, coba beli buku yang dijual untuk melihat hasil cetak dan mendapatkan pengalaman membeli buku di sini. Kalau kita suka bukunya dan nyaman bertransaksi, ini sangat membantu saat kita ingin membeli buku kita nanti. Setelah itu cermati keunggulannya, baca dan dengar testimoni penulis yang telah berpartner menerbitkan bukunya. 
            Bagi saya Leutikaprio adalah partner dalam ber'self publishing' yang cukup menunjang kesuksesan karya, bahkan kini saya menyebutnya 'one stop publishing', karena banyak pilihan yang bisa didapat di sini. Sekarang nggak hanya POD (Print On Demand) tapi juga bisa cetak massal dengan harga yang makin ekonomis. Diskon pembelian bukunya juga lumayan besar lho ! Saya sudah merasakan, tinggal serahkan naskah, ajukan konsep cover yang diinginkan (eh, tentunya setelah transfer pembayaran ya). Kalau ingin gratis sih bisa aja untuk cetak massal 600 pcs, itu biaya penerbitannya gratis, atau ikut event yang sering diadakan dan berhadiah penerbitan gratis, atau voucher diskon. Gratis itu memang menyenangkan, saya juga ngejar gratisan, tapi ingat jangan korbankan karya kita hanya karena iming-iming gratis. Pokoknya sebelum naskah/karya kita serahkan ke penerbit partner, cermati semua hal yang ditawarkan, temukan alasan/banyaknya kebaikan sebelum menjatuhkan pilihan 
            Akhirnya, semua kembali ke tangan kita, ke mana/di mana pun muara karya pilihan kita, pastikan itulah yang akan membuat kita makin bahagia, berdaya dan bermakna. Salam Live 2 inspire 
 
(Murti Yuliastuti, penulis Mom Wow & Seulas Senyum, Leutikaprio) 

Tulisan ini diikutkan dalam event Live 2 Inspire Leutikaprio, Alhamdulillah, meski bukan pemenang pertama, tapi lumayan dapat hadiah paket buku sebesar 70 ribu dan voucher penerbitan Rp. 100 ribu, terima kasih Leutikaprio

http://www.leutikaprio.com/opini/1211208/partner_dalam_self_publishing_itu_penting 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar