Senin, 30 Mei 2016

Hanya Perlu 2 Langkah tuk Bahagia di Rumah

           Pagi ini, seperti hari-hari biasanya, rumah menjadi sepi setelah suami dan anak2 berangkat beraktivitas (kerja dan sekolah). Setelah menutup pagar rumah saya pun mulai bebenah. Saya memilih mengerjakan pekerjaan rumah sendiri setelah si kecil lepas masa batita, karena saya merasa sanggup mengerjakannya. Sebagai ibu rumah tangga, rutinitas mengurus rumah itu ya begitulah. Membersihkan yang kotor, merapikan yang berantakan. Menjemukan ? Kalau saya boleh jujur saya akan jawab "Iyaa bangeet" Ups, tapi saya nggak mau ngeluh, Alhamdulillah itu pilihan saya. Saya bawa hepi aja.
Kok bisa ? Ya bisa dong. Menjadi bahagia itu pilihan dan saya sudah memilih untuk bahagia di rumah.
         Sebagai ibu sekaligus ratu di rumah, saya sadar banget kebahagiaan saya bisa membuat seisi rumah ceria, bahagia bak di surga. Yups, Happy Me, Happy Home. Makanya saya selalu berusaha bahagia.

Apa sih makna bahagia ? 
Dalam KBBI, arti bahagia itu adalah perasaan senang dan tentram, terbebas dari segala yang menyusahkan.
Jadi ini tentang perasaan, bukan pencapaian. Bahagia kita bisa jadi nggak sama, karena jelas ini bersikap subyektif. 
           Saya punya kegiatan Selingan Usir Penat andalan. Kalau saya bosan dengan pekerjaan rumah yang berulang saya lakukan, saya pun melakukan ReHat (Refleksi Hati), ngobrol dengan diri sendiri, kadang saya juga suka mencatat apa yang ada di angan, cerita seru sebagai ibu tuk kenangan dan memperpanjang kebahagiaan. Catatan ini Alhamdulillah sebagian udah jadi buku yang terbit secara indie. Ini salah satu cara saya mengenali diri dan bersyukur.
Buku hasil ReHat, Selingan Usir Penat yang bikin bahagia
Saya juga sempatkan diri tuk melakukan hobi. Hobi saya kebetulan sederhana, membaca dan momong krucils. Ini bikin hati bahagia luar biasa.

Saya suka membaca Tabloid wanita yang menginspirasi dan apa saja yang membuat diri senang dan bisa terus berkembang. 

Bahkan saya beberapa kali hadir di TalkShow yang sering diadakan tabloid Nova dan juga pernah ikut Mobil Nova dan Nova Inspiring Piknik. Keluar rumah sejenak dan bertemu dengan teman-teman juga bisa jadi sarana 'me time' yang sangat bermanfaat. 
        Salah satu acara Nova Inspiring Day yang berkesan dalam rangkaian NOVAVERSARY tahun 2015 yang saya ikuti adalah berlatih Yoga tawa dan mengikuti Talkshow Perempuan Berkilau. 

Saya mencatat Cara Menjadi Perempuan Bahagia di Segala Peran, yang dibawakan Ibu Sukmayanti Ranadiraksa, SPsi, MPsi.
            Dari sharing tersebut saya makin mantap  menerapkan 2 langkah tuk menjaga rasa bahagia di rumah.

Pertama dan terutama adalah menerima diri, mencintai diri apa adanya. Kuncinya adalah bersyukur. Dengan rasa syukur itu kita selalu bisa berpikir positif. Kita menyadari kekurangan dan kelebihan kita dan kemudian fokus mengembangkan diri.
Ingat juga untuk tidak membebani diri dengan target yang nggak realistis. Merasa cukuplah setelah kita berusaha dan kondisi tidak memungkinkan.
Jangan sampai seharian ngomel "Whaduh, jemuran kehujanan, gara-gara nggak ada brokoli di tukang sayur jadi buru-buru ke supermarket tadi. Whaduh udah siang belum bikin black forest buat camilan"dan seterusnya whaduh yang bikin emosi tinggi.
Kalau banyak "whaduh" nya harus segera teliti target dan kemampuan manajemen waktu kita biar bisa tetap hepi.
Bukankah bahagia itu adalah kepuasan yang kita rasakan sekarang ? Jadi untuk bisa merasa bahagia kita harus bisa merasa cukup. Jangan biarkan hal-hal kecil merusak kebahagiaan kita. Kadang ide masak saya berubah sesuai yang ada di gerobak tukang sayur, dan nggak masalah tuh.
 
Langkah kedua untuk bahagia adalah memberi, berbagi pada sekitar. 
Sudah coba ? Kalau belum, cobalah, dan rasakan bahagia itu. Berbagi bukan hanya materi. Kita bisa berbagi semangat, keceriaan, senyum, cerita bagus, ilmu, tulisan yang menginspirasi. Di era internet ini berbagi inspirasi menjadi lebih mudah, tapi kita harus selalu ingat saring sebelum sharing. Hanya berbagi yang baik, benar dan bermanfaat.
Berbagi bahagia dengan menjadi role model buat anak-anak di rumah itu sudah seperti keharusan bagi saya.

           Dengan 2 langkah tersebut, saya siap menyambut kedatangan 2 krucils dan suami dengan senyum yang mengembang. Anak2 lebih dahulu pulang. Sebisa mungkin saya menularkan kebahagiaan ke mereka. Bermain, ngobrol, mandi, ngemil hingga mereka pun bisa bahagia dan berwajah ceria saat membukakan pintu tuk papanya yang pulang kerja. Papa pun pasti akan bahagia memasuki rumah.
Inilah wajah Bahagia Keluarga Kami 

           Begitulah, untuk merasakan bahagia di rumah itu sederhana dan mudah. 
Ya, cukup 2 langkah, dimulai dengan diri yang bersyukur dan pancarkan ke seluruh rumah.
Happy Me, Happy Home, Happy Life. 

Jumat, 29 April 2016

#MOMAZING

Memory FB itu amazing.
Ini momen kenangan kemenangan setahun lalu.
Kontes seperti ini yang saya suka. Foto dan Cerita tentang perkembangan anak yang bikin kita sebagai emak merasa amazing (Momazing).
Foto dan cerita krucils saya banyak banget dan 2 foto inilah yang saya pilih.

Cerita tentang Anggita kecil (belum genap 2 tahun) yang minum susu uht di stasiun, tiba2 beranjak dari tempat duduk, jalan dengan 'uglik2' tuk membuang kotak susunya yang udah habis. Sungguh bikin saya terpana, bahagia, bangga. 

Foto lainnya adalah Anggita yang menggambar kupu2 untuk menghibur saya yang agak kecewa karena hujan jd gak bisa lihat kupu2 di taman.
Ini juga bikin saya terharu dengan sikap empati Anggita. Anggita sahabat terbaik saya :)

Entah foto mana yang terpilih. Jalan rezeki selalu misteri. Saya udah lama nggak ikut kuis/kontes. Alasannya karena komputer rusak dan saya gak bisa pakai Smartphone,  pokoknya maleslah, gagal move on dari komputer.

Ndilalah, Alhamdulillah, kersaning Allah saya bisa ikutan ini dan masuk ke barisan 20 finalis. Hadiahnya pas banget jd THR, uang tunai Rp. 2 juta rupiah.

Nah, jadi harus rajin2 ngontes, eh harus terus berupaya melakukan hal2 yang menyenangkan dan bermanfaat buat diri dan keluarga.

Jadi malu sama Gusti Allah kalau saya nggak bergerak menjemput rezeki yang sudah disiapkan. Semangaaaat...

Sabtu, 16 April 2016

Ngubek Perpustakaan Sambil Tiduran

Udah jam 9 malam tapi krucils belum merem, asyik dengerin musik. Sekali-sekali biarlah toh besok libur.
Emaknya asyik juga fesbukan, nemu berita tentang iJakarta, Perpustakaan Digital, langsung coba pasang dan daftar jd anggota perpustakaan. Klak klik, nyari cara pinjamnya gimana. Nggak ada petunjuknya, untungnya webnya simple dan mudah diakses. Bukunya lumayan banyak dan menarik. Coba tebak, buku apa yang dipinjam si mak ? 

Selasa, 12 April 2016

BAHAGIA, NGEBLOG SUKA-SUKA

Saya punya beberapa blog bukan diniatkan buat ternak blog atau apalah-apalah, tapi karena emang pengin bikin2 aja *eh.

Bisa punya beberapa blog karena gaptek, kalau nemuin masalah semisal lupa password atau bahkan lupa nama blognya, ngabur gitu aja. Sering juga bosan dan ngerasa nggak perlu ngeblog, trus pengin lagi, bikin lagi, xixi (alamak labilnya si emak).

Sebenarnya buat apa sih ngeblog ? 

Saya pernah baca anjuran gini 

"Ngeblog-lah supaya lebih bahagia ! 
Buat saya sih, ngeblog itu ibarat curhat sempurna. Ngeblog juga bisa jadi cara mendokumentasikan kenangan, memperpanjang kebahagiaan. 

Yups...jadi lebih bahagia ternyata mudah kan ya..
Ya...gitu deh, ngeblog suka-suka yang bikin bahagia :)
Seneng aja pas udah selesai nulis curhat, plong...

Ehm, mau pamer eh mendokumentasikan kenangan beberapa blog yang saya punya. Isinya sih sejenis, curhat emak, cerita tentang anak2, xixi ini nanti akan jadi harta karun warisan buat anak cucu yang lucu-lucu

Sabtu, 02 April 2016

Chat Kecil

Pagi2, nak wedok udah nanya "Papa mana, Ma ?" Laah..padahal dari kemarin2 udah diomongin kalau si pa mau ke Solo trus ke Semarang.
Siang, krucil ini mulai lebay bilang "Aku kangen Papa". Hmmm...
Sore, dia minta Emaknya dial no telp Eyang, karena pengin cerita ama papa.
Udah, trus duduk di dekat telp asyik redial 2 kali sambil ketawa, xixi aku lagi.
Malam minjam HP dan asyik chat. Geli juga baca obrolannya, eh nulisnya juga udah lumayanlah buat level kelas 1.

Kamis, 31 Maret 2016

Awali Kebiasaan Baru

Saat melihat event Bulan Sarapan Sempurna yang cara mainnya dengan upload menu sarapan setiap hari, saya mikir sambil pengin (hadiahnya, xixi). Ini tantangan banget bagi saya. Terutama karena kami nggak pernah sarapan bersama, bahkan nggak punya meja makan (Eh, pemenang mingguan hadiahnya meja makan lho, moga bisa dapat di minggu terakhir, amin).
Sarapan itu penting. Yups, saya udah diberitahu sejak zaman mbah dulu. Saya juga banyak baca manfaat sarapan, tapi prakteknya, sarapan ini jadi waktu makan yang sulit karena pagi itu golden time saya buat ngobrol dengan Gusti Allah dan diri saya sendiri (berefleksi lah kerennya). Saya lebih senang membaca di waktu ini. Dulu saya biasa nyalain komputer tiap pagi, bukan nyalain kompor. Ok-lah lupakan kendala diri. Sekarang ganti kebiasaan, habis shalat Subuh, nyalain kompor. Minimal dadar telur, beres.
Nah, terus siapin krucils untuk tertib sarapan. Anggita perlu waktu agak lama buat makan, jadi dia harus dikondisikan rapi dan sarapan di jam 6. Si Mas memang bisa sarapan secepat kilat, 5 menit sambil duduk di senderan sofa.  Waktu sarapan itu benar2 sempit dan rumit karena jam setengah 7 paling telat, krucils dan si pa' harus udah jalan. Bagusnya sih krucils ini masih selalu minum susu setiap bangun tidur dan juga sarapan (sesempatnya).
Ok, deh, sarapan ini lebih ke kesadaran sebenarnya dan saya pun berkomitmen menyediakan menu sarapan di pagi hari. Saya nyoba ngisi diary di Bulan Sarapan Sempurna. Sukses, webnya mudah diakses meski lewat HP, uploadnya cepat juga. Jadi semangat ngisi diary, trus makin semangat karena setelah upload 4 hari, salah 1 foto saya menang hadiah harian, Alhamdulillah, rasa kangen dapat hadiah voucher belanja terobati sudah. Lanjut upload tanpa bolong sampai periode berakhir 31 Maret ini.
Konon, diperlukan waktu minimal 21 hari untuk berubah dan membangun kebiasaan baru. Senang aja udah sukses berkomitmen dan berhasil mengalahkan kemalasan.
Selanjutnya kami, ortu yang selalu dilihat anak ini semoga bisa jadi role model yang baik dalam segi apa pun, aamiin.
Ini foto2 sarapan kami. Hanya Anggita yang mau difoto2 buat kontes, xixi, terima kasih ya, Nggi, udah jadi sahabat mama bergembira ria :D
Itu fotonya pas sarapan dan minum susu beneran lho..


Kamis, 05 November 2015

Romantis Itu Gampang

Ih...dia nggak romantis.
Owh..emang romantis yang seperti apa sih.
Ehm..entahlah.
Hallaaah ngomongin orang nggak romantis, tapi pas ditanya romantis itu gimana nggak ngerti, xixi.

Saya pernah baca kalau romantis itu adalah bentuk/ekspresi/cara seseorang mengungkapkan perasaan sayangnya. Jadi mungkin orang romantis/nggak itu dilihat dari keluwesannya menunjukkan rasa sayang.

Nah, kebetulan Kamis kemarin ada Talkshow tentang Romantis ini di acara Nova Inspiring Day. Saya suka ngikutin talkshow2 beginian, tapi kok ndilalah saya telat datang, dan cuma dapat buntutnya aja. Lumayanlah, kan terakhir itu intinya.

Jadi kesimpulannya buat jadi Romantis itu cukup lakukan 3 hal : berikan pujian, tingkatkan sentuhan, selipkan kejutan, kata Sani B Hermawan sebelum mengakhiri Talkshow. Saya nguping sambil foto2.

Gampang kan ? Memang Romantis itu gampang. Ehm saya cuma nyengir.
Pesan Bu Sani, banyak2lah menyentuh anak dan suami.
Meremas-remas tangan suami itu termasuk aktivitas seksual yang meningkatkan rasa sayang.
Ingat juga, Romantis itu menular, jadi kalau ingin suami Romantis ya mulailah jadi romantis. Ketika kita sehari-hari bisa saling mengekspresikan rasa sayang (juga ke anak2) maka mereka akan terbiasa mengungkapkan rasa sayangnya.